Show vs tell

Dalam hal perbloging tidak lepas dari hal penulisan, nah berikut ada tips teknik penulisan yang saya abadikan dari akun mikrobloging salah satu penulis indonesia @radityadika, tweetnya di post kannya pada tanggal 26 Des silam secara ber seri… silahkan:

1. Salah satu teknik penting dalam menulis adalah “showing vs telling”. Apakah itu?

2. Showing = memperlihatkan. Telling = memberitahu. Penulis yg baik akan sering memakai showing daripada telling. Contohnya..

3. Seorang penulis yg menulis “Tono sedang ketakutan” berarti memberitahu (telling) pembaca bahwa Tono takut, nah kalo showing..

4. Penulis tersebut akan menulis: “Tono menyilangkan tangannya, dia menelan ludah, bulu kuduknya tidak bisa berdiri semalaman.”

5. Kedua kalimat tadi sama2 membuat kita jadi tahu bahwa Tono takut. Tapi yang satu showing, yang satu lagi telling..

5. Nah, lebih baik kita menunjukkan Tono takut dgn cara showing, daripada telling. Kenapa?

6. Showing membuat pembaca punya gambaran visual tentang Tono takut, ini akan membuat cerita kamu lebih hidup di kepala pembaca..

7. Dengan menggunakan showing, efeknya akan lebih kuat, cerita lebih terasa. Kita seolah2 bisa “melihat” Tono takut..

8. Menggunakan showing juga membuat pembaca akan engaged dan berpikir. Jadi pembaca terlibat dalam tulisan kamu..

9. Showing juga lebih meyakinkan kepada pembaca bahwa Tono memang takut, daripada kita telling begitu saja..

10. Boleh gak kita menggunakan telling daripada showing? Boleh.. Tapi kapan?

11. Pakailah telling ketika, 1) hal tersebut tidak terlalu penting (Tono lupa mandi). 2) informasinya membosankan (Tono sarapan)..

12. ..3) jika informasi itu lebih gampang di-telling (seperti memberitahu Tono dari Jakarta, daripada showing Tono dari Jakarta).

13. Sekian tentang showing vs telling. Coba aja di tulisan kamu. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.