Pelajaran dari kunjungan mahasiswa UTM

Pada tanggal 26 April-1Mei kemarin jurusan baru ilmu komputer dan elektonika di kunjungi oleh beberapa mahasiswa
dari UTM (Universiti Teknologi Malaysia), dan saya pun menjadi salah satu orang yg ditunjuk menemani mereka oleh  jurusan. Perencanaan yang sebelumnya sudah dibicarakan oleh pihak jurusan dan kedua hima yang ada yaitu HMEI dan HIMAKOM. awalnya kaget juga kita jurusan baru mau dikunjungi universitas lain apalagi dari luar negri, kita yang
manajemen jurusnnya belum berjalan dengan baik, mendapat sutu tamu yang dituntut berkoordinasi antar kedua prodi begtu juga dengan hima kedua prodi.

Awalnya saya begitu gag ngeh kalau tamu yang akan datang adalah dari malaysia, namun setelah rapat dengan jurusan tersebut menjadi lebih tau…ini meruoakan rapat pertama saya dengan jurusan baru JIKE dan hima lain yang satu jurusan yaitu HIMAKOM. Perencanaan disusun untuk menyambut kedatangan.

Pada awalnya saat saya menjelaskan kepada teman-teman bahwa tamu yang akan datang adalah dari malaysia mereka begitu tidak respect yang juga mempengaruhi kesiapanku yang udah diamanahi jurusan untuk menyiapkan dari elins. akhirnya saya mencari teman yang mau diajak untuk ikut dalam rangkaian acara yang telah disiapkan.kedatangna mereka pun tiba, masih seperti maindset awal saya disini menjalankan amanah dari jurusan. mereka yang datang ternyata bukan hanya dari program S1 saja ternyata ada juga yang dari program Master. awalnya cukup canggung juga berhadapan dengan mereka, namun lambat laun kita saling membuka diri untuk bisa saling berkenala.kita dituntut bisa saling kenal karean akan menjadi partner dalam kuliah bersama dalam seminggu baik kuliah di kelas, lapangan,maupun diskusi. sikap mereka yang berbed dari apa yang kubayangkan sebelumnya dan lebih terbuka ditambah lagi dengan sikap humor yang mereka punya juga menambah cepat saling mengakrabkan.

Dari beberapa teman baru yang aku kenal ada satu yang cukup luar biasa dan sangat menginsprasi banget buat diriku  pribadi. yaitu seorang mahasiswa program master yang mempunyai kekurangan fisik (difabel) dia hanya mempunya satu tangan yang masih utuh, kedua kakinya dan tangan kirinya tidak normal. namun dia bisa sejauh ini berjalan bahkan bisa masuk program master. satu kejadian yang membuat saya menangis dalam hati saya ketika mengantar mereka mengunjungi lab elins yang notabene berada dilantai 3 gedung fisika dan tidak ada lift disana dia mampu menaiki anak tangga yang ada satu persatu hanya dengan satu tangan, ya benar hanya dengan satu tangan… subhanallah…saya yang sering mengeluh dengan capeknya menaiki tangga itu merasa tertampar melihat hal ini. beliu dengan sau tangan mampu menaiki anak tangga itu.bahkan ketika kita mau membantu untuk menggendongnya beliau tidak mau, karena takut merepotkan.. satu sikap yang begitu kontradiktif bagi kita yang normal yang sering merepotkan orang lain.

Kejadian lain lagi saat saya ikut menemani mereka mengunjungi historycal visit ke borobudur dan prambanan. beliau menaiki tangga yang ada di candi borobudur sendiri yang pada saat itu panas matahari sangat matahari menyengat, hingga akhirnya beliau menyerah tidak mau melanjutkan perjalanan karena tidak kuat lagi, namun kita pun berinisiatif untuk tetap membantunya dan akhirnya dia mau dibantu untuk diangkat bersama-sama dengan kursirodanya.

kisah kisah diatas menjadi pelajaran bagi kita semua dari knjungan teman kita dari UTM bahwa jangan menghakimi sesuatu dari penampilannya dan jangan mengglobalkan atau mengeneralisasikan masalah sehingga apa yang seharusnya kita rasakan baik untuk kita menjadi tidak kita dapatkan. dan jadikanlah perbedaan itu menjadi sebuah penghormatan bukan permusuhan.

salut untuk teman baru saya Razimi Mohamed.

6 thoughts on “Pelajaran dari kunjungan mahasiswa UTM

  1. Oh sudah selesai ya kunjungannya…
    Selamat deh, semoga dengan kerjasamanya ini bisa membangun elins menjadi lebih baik, ya walaupun skr sudah menjadi JIKE..
    😀

  2. kunjungan yang penuh arti,
    semoga kita bisa balas jumpa ke sana,

    *ayo lanjutkan rencana backpackeran ke Malaysia 😀

  3. @ cefer: iya ndan, semoga begitu ndan amin,
    @dangdyud: terinspirasi dari apa yang saya alami dan lihat ndan
    @dhiyena: yup, singkat tapi berkesan dan berarti
    ok rencana itu tetap ada , dan semoga terwujud

  4. yup, saya pribadi emang rada gimana gitu sama negara yang satu ini,,,tapi bukan berarti menglobalkan saya agak gimana gitu ama semua orang malaysia….tentu saja kita harus tetap membuka diri meskipun mungkin ada pengalaman kurang mengenakkan sebelumnya
    saya salut sama yang tetap semangat belajar di tengah keterbatasan itu ndan!!!! kita harus belajar apakah selama ini kita ‘mengasihani’ saudara2 kita yang seperti itu atau menghargainya…

    berbahagialah kita hidup dinegara dimana kebebasan sedang meraja,,,,ga ada ISA, bebas kumpul-kumpul tanpa diawasi….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.