Musibah, amanah, dan kepercayaan.

Musibah, amanah, dan kepercayaan.

24.12.09

Hari ini merupakan hari yang cukup bersejarah dalam hidupku, entah mengapa, yang jelas sangat berpengaruh terhadap sikap, pola pikir, dan catatan kehidupanku kedepannya.

Yah hari ini adalah hari dimana dilaksanakanna MUMEI musyawarah mahasiswa elins. Aku awali membuka mata pagi ini dengan sangat malasnya dan sama sekali tidak bersemangat,ingin aku menyekip hari ini sehingga aku bisa hidup lebih seperti apa yang ku inginkan. Mata ini masih mengantuk, yah benar saja aku tadi malam baru pulang jam 2 pagi dari kumpul bersama temen-temen komunitas vespa di depan KR. Tapi aku tetap memaksakan untuk mandi,dan menghadiri undangan kekampus, ingin aku lari dari masalah ini tapi tidak dalam hati terus berbisik untuk tetap mengahadapi hari ini meskipun akan menyakitkan.

Aku berangkat kekampus dengan sama sekali tidak bersemangat, dan mengikuti prosesi yang ada, sesuai acara yang tertera dalam undangan. Dan pada klimaksnya aku bersama kelima temanku yang telah ditetapkan menjadi calon ketua HMEi maju kdepan untuk memaparkan misinya satu persatu. Kami maju secara bergantian dan yang belum kedaptan jatah harus menunggu di tempat lain. Heh bahkan aku sempat tidur di HM ketika menunggu giliranku. Dan tibalah giliranku, mampus aku ga menyiapkan apa yang harus aku katakan, den deng yah ngomong sebisanyalah…bla…bla..bla… dah selesai kembali ke HM untuk nuggu hasil musyawarah temen-temen eliners.

Perasaan aneh, campur aduk untuk menolak semua ini, untuk keluar dari kondisi ini, untuk lari dari masalah ini, masalah yang menentukan bagian hidupku kedepannya. Benar aku sungguh tidak membayangkan, serta memikirkan aku akan berada dalam posisi seperti ini…dan akhirnya waktu yang ditunggu untuk mengakhiri kondisi ini tiba yaitu saat dibacakan keputusan dari musayawarah temen-temen… dengan perasaan sangat menyesal, karena terlambat lari dari keadaan, perasaan sangat bersedih karena datang sebuah  musibah dalam hidupku..dibacakanlah hasil keputusan itu yaitu terpilihnya diriku sebagai ketua himpunan mahasiswa elektronika instrumentasi.

Gejolak batin kembali berada dalam sebuah klimaksnya, gejolak antara sebuah musibah, amanah dan kepercayaan yang diberikan temen-teman semua kepada diriku. Ingin rasanya pergi dari situasi ini, tapi sebuah nilai kepercayaan tak cukup mampu untuk mengelaknya. Dengan berat hati dan mencoba untuk tetap ikhlas juga percaya bahwa apa yang terjad kali ini adalah sebuah takdir Tuhan Yang Maha Tahu kapan makhluknya akan diberikan sebuah peningkatan nilai kepada makhluk tersebut.

Semoga musibah, amanah, dan kepercayaan yang diberikan ini mampu menempa diriku menjadi makhluk yang berguna, dan lebih baik. Terimakasih kepada teman-teman atas kepercayaanya, yang aku sendiri tidak tau kenapa ada sebuah kepercayaan itu ada pada diriku. Mohon dengan sangat bantuan dan bimbingannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.