Gumaman Seorang Pengamen

Suatu malam saat aku pulang dari kampus, berhenti aku di suatu perempatan yang memang karena traficlight menunjukkan lampu merah yang artinya berhenti ya iya lah. Awalnya biasa aja sih, berjalan aja seperti biasanya, hingga aku tersentak dengan suatu gumaman seorang pengamen. Memang keadaannya jam segitu diperempatan itu pada jam segitu pengamen juga masih ada, anak-anak pula, terlihat juga seorang ibu-ibu tua yang meminta-minta, mereka pernah aku lihat sbelumnya juga diperempatan itu. apa mereka menjadikan perempatan itu sebagai tempat kerja mereka ya?

Tersentak dengan gerutuan seorang pengamen.. nampak jelas ditelingaku karena aku yang berhenti dipinggir dekat trotoar, dia menggerutu pada ibu pengemis itu..“Dasar orang kaya sombong, mobilnya aja bagus tapi pelit”…itu secuil kalimat yang tidak sengaja aku dengar dari mulut pengamen itu.

Wew cukup tersentak juga aku mendengar kalimat itu… miris memang ketika seseorang yang mengeluhkan keadaan yang antikimaks dengan keadaan yang sebenarnya yaitu orang kaya yang sombong..
memang kita sering merasa risih dengan adanya pengamen-pengamen di jalan mulai dari jumlah mereka yang amat banyak, penampilan mereka yang tidak wajar, dan kadang sikap mereka yang arogan… tapi tidak selayaknya kita menjudge semua pengamen begitu, ada juga pengamen yang santun dan memang mereka itu musisi jalanan dengan karya-karya mereka…

Kejadian yang aku lihat dan dengarini mengingatkan kepadaku dengan suatu ungkapan “Orang susah akan tetap membutuhkan orang kaya untuk makan, dan orang kaya akan selalu membutuhkan orang susah untuk doa-doa mereka” Ya kehidupan ini layaknya sebuah simbiosis yang saling melengkapi dan membutuhkan…
Tapi apa jadinya ketika simbiosis itu kontradiktif yang miskin berdoa dan mengumpat untuk orang kaya, dan yang kaya pun sombong dan angkuh atas apa yang mereka miliki… ??renungkanlah? dan evaluasi diri kita!

8 thoughts on “Gumaman Seorang Pengamen

  1. kalo pendapat saya ya dua-duanya salah..si kaya salah kalo pelit..si pengamen salah juga kalo dah ngejudge si kaya pelit..walopun blm tentu si kaya itu punya duit -kan bisa juga si kaya lagi kere-

    tapi emang, kita hidup harus saling menghormati..hew

  2. namanya juga menungsa ndan.. 😀

    tapi kita sebagai seorang mahasiswa yang intelek, harus bisa bersikap bijak 😉

  3. @ afif: gumaman=gerutuan=sambat

    @ topx: mungkin ada sisi salahnya jg sih, tp apa salah jika hanya mengulurkan tangan memberi sedikit yg dimiliki buat orang lain bagi orang2 yg berduit

    @chip: hemt kedua duanya harus belajar dari kesalahan

    @ans: maybe? setidaknya pernah cuek sama pengamen…

    @yazid: hemt betul, tangan diatas lebih baik dari pada tangan dibawah… memberi lebih mulia daripada menerima

  4. hmmm..ya semua juga tergantung N kembali pada kita, gmn usaha kita untuk terus menghormati orang lain (siapapun) dalam kondisi apapun…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.