Ekspedisi merapi

Liburan semester genab ini memang terasa begitu lama, bingung juga mau ngapain, setelah kelamaan mikir sama temen-temen yang gag pulang kampung atau memang kampungnya di jogja yang mengisi waktu liburan sering ke kampus (hm) yang lumayan sepi akhirnya terbesit pikiran kami untuk naik gunung. Dengan semangat yang menggebu gebu kita pun memilih merapi sebagai tujuan kali ini. Kenapa merapi? Pertama lokasinya yang lumayan dekat dengan kota Jogja, sehingga tidak membutuhkan waktu dan cost yng banyak untuk mencapainya, kedua ketinggian yang cukup meskipun tidak setinggi merbabu naming medan yang curam cukup menantang.

Awalnya yang berminat hanya beberapa orang saja, dan setelah sedikit koar-koar dan mempengaruhi beberapa orang kemudian kami putuskan untuk melaksanakannya pada Rabu 21 Juli 2010 hingga kamis 22 Juli 2010. Dengan mempersiapkan alat-bahan standar naik gunung seperti Makanan cukup, Minuman cukup, baju ganti, jas hujan, senter, dome, sleepingbag, alat makan dan minum, nesting, kompor, dll. Akhirnya ke 14 orang Eliners dari berbagai angkatan pun berangkat.

Pada hari Rabu 21 juli 2010 ke 14 orang adalah Tege, Ferry, Topex, Dani, Catak, Holand, Anis (2008), Bryan, Taufani (2009), Mbak Tiara (2007), Mas Apip, mbak Ucil (2006), Mas Anang, Mas Faisal (2005), kami pun berangkat tapi sebelumnya ngumpul dulu di hm jam 14.00 namun ya udah jadi kebiasaan buruk kali ya baru bisa tekumpul semua jam 15.00, dan kami pun memutuskan untuk sholat ashar terlebih dahulu sebelum berangkat. Akhirnya baru bisa bener-bener berangkat pada pukul 16.00. Sebelum melakukan perjalan jauh menuju basecamp di selo kami pun mengisi bensin terlebih dahulu di SPBU jalan monjali. Dan perjalanan pun benar benar dimulai. Rute perjalannan adalah jalan monjali-jalan magelang-muntilan-jalan ke ketep-jalan ke selo. Satu jam kemudian 17.00 baru nyampe di ketep dengan kondisi jalan yang berlubang membuat kami sedikit berjalan perlahan. Jam 17.40 barulah nyampe di basecamp Bara Meru Merapi di kawasan Selo. Nyampe di basecamp istirahat sholat dan makan. Menu makanan (Nasi Goreng, Nasi Rames, Soto, Mie dll) dan kami pun makan baru kemudian sholat maghrib dan isyak.

Jam 19.00 kami bersiap untuk mulai menaiki gunung merapi, sebelumnya harus menaiki jalan beraspal yang lumayan tinggi kemiringannya disini sudah ada yng muntah-muntah hingga akhirnya nyampe di new selo baru kemudian kita brefing. Menekankan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat pendakian. Oke perjalanan penuh batuan terjal pun dimulai dari sini.

Setelah melakukan perjalanan mendaki yang cukup terjal ditambah semilir angin gunung yang sangat kencang sampai kedengaran seperti ombak di pantai membuat tubuh kami menggigl kaku kedinginan, sesekali berlindung di balik bebatuan saling berdempetan, yah lumayan lah selain menghangatkan suasana juga menghangatkan tubuh kami, sesekali diantara kami bernyanyi nyanyi dan saling memberikan semangat satu dengan yang lainnya. Akhirnya 01.00 kamis 22 Juli dini hari kami sampai di lokasi pasar bubrah lokasi yang cukup landai hanya ada bebatuan, dan kami pun mencari bebatuan yang besar untuk menghalangi dome kami yang akan kita dirikan. Dua dome untuk 14 orang, dan pembagian yang tidak adil memangg tetapi harus dilakukan, satu dome untuk 3 orang cew, dan satu yang lain untuk 11 cow, yang meskipun berdesakan tapi kami tetap memaksakan masuk karena diluar sangar amatdingin sekali. Hanya beberapa orang yang memutuskan untuk diluar karena mereka membawa SB. Dan kamipun tertidur dengan berdesakan. Jam 05.00 woi bangun meskipun masih dingin banget kita harus bangu, masak iya kita udah capek capek nyampe sini hanya mau tidur. Sunrise di balik gunung terlihat malu perlahan menaikinya, kemudian kami sholat, aku, holand dan apip lalu naik ke derah yang disebut in memoriam disebut begitu karena disitu ada semacam tugu memoriam bertuliskan nama-nama pendaki yang gugur, disitu kami mengabadikan moment sunrise itu meskipun agak telat sih, dan angin pun masih berhembus sangat kencang.

Jam 07.00 kami mulai bersiap menaiki ke puncak merapi, tidak terbayang medan didepan mata yang begitu terjal terlihat hanya bongkahan batu, dengan kemiringan medan yang kira kira 70 derajat tidak jelas rute pendakian itu dan kami pun harus mencari sendiri batu yang sekiranya kuat untuk dipijak. Di jalan kami berpapasan dengan banyak pendaki lain yang mau turun dari puncak kami menemua banyak pendaki dari Negara lain disini wew terkenal juga ya gunung yang teraktif di dunia ini. Jam 08.00 kami pun nyampe puncak aku, apip, catak yang nyampe duluan dilanjut yang lain tidak begitu lama, kami langsung foto foto sambil menunggu topic datang  yang membawa bendera, dia berjalan agak lambat karena kakinya cidera. Akhirnya topex datang dan kami pun langsung foto-foto. Tidak berlama-lama di puncak karena memang asap belerang yang sudah mulai keluar cukup banyak kami memutuskan untuk segera turun. Jalan turun terasa lebih mudah dari pada saat naik, dan kami pun turun dengan lumayan cepat pukul 10.00 kami pun nyampai di tenda, langsung masak dan istirahat sambil menunggu topex yang turun dengan pelan karena kakinya yang cidera. Setelah topex dan dani nyampe tenda dengan memberi kesempatan mereka istirahat kemudian kami mulai packing untuk kemudian mulai perjalan turun. Tidak lupa acara foto-foto untuk oleh-oleh juga untuk menghilangkan rasa lelah. Kemudian perjalanan turun dimulai. Jam 15.30 aku pun nyampe duluan di bawah di new selo sembari menunggu yang lain aku pun masak bekal mie sisa. Jam 16.00 semua udah nyampe bawah, sedikit istirahat di new selo kemudian turun ke basecamp. Sampai basecamp bersih-bersih lalu sholat. Kami mengejar waktu supaya nyampe jogja tidak terlalu larut malam, jam 17.00 kemudian kami pun packing untuk kemudian lanjut pulang kejogja. Perjalanan pulang dengan badan yang terasa amat sangat capek, ditambah kondisi jalan yang berlubang dan langit sudah semakin gelap membuat kami berjalan pelan-pelan. Itu pun dijalan masih ada kejadian topex yang berboncengan dengan ferry terjatuh karena kondisi jalan yang berlubang dan licin, tapi alhmadulillah tidak terjadi kondisi yang mengkhawatirkan, kemudian perjalan kami lanjutkan. Pada akhirnya kami semua selamat sampai kampus kembali meskipun aku yang langsung pulang tidak ke kampus terlebih dahulu, dan kami pun pulang membawa capek, pengalaman yang mengesankan, dan rekam pemandangan yang mengagumkan di otak kami. Alhamdulillah.

4 thoughts on “Ekspedisi merapi

  1. Sudah ketemu spesies babun belum di NEW SELO? kalau sore hari menjelang magrib spesies ini seringkali muncul lho. selain di NEW SELO juga ada di selo yang bagian merbabu…

  2. @dangdyud: bacalah ntar lak kepingin

    @topx : salut buat anda :thumbup, slow but sure

    @nahdhi: belum ketemu sama tu makhluk bos di new selo, tapi kayaknya liat mereka gelantungan di pohon waktu turun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.