Susur Selokan Mataram Timur-Prambanan

Para pecinta sepedaan elins (biji bunga matahari) nampaknya mulai geram, karena pengen banget sepedaan kemana gitu ditambah lagi sehabis ujian butuh merefresh kembali otak kita, alhasil dimotori sama komandan Warson akhirnya sepedaan itu dapat terlaksana. Gag peduli tipe dan merek sepeda yang penting kita semua bisa bersepeda. Teman teman menyebutnya sih Si Sri elins bike, entah kenapa sebabnya mungkin dikaitkan dengan sang komandannya, atau kalo boleh saya mengartikan Sing penting Sepeda Ria *rodomeksosih tapi mungkin ada arti khusus dari teman teman…

Setelah dua minggu bergelut dengan UTS kita pun berencana sabtu (14/4) untuk sepedaan, dipilihlah oleh sang komandan Warson rutenya, yup kali ini kita akan susur selokan mataram timur nyampe Prambanan. Ini pertamakalinya anak republik Biji Bunga Matahari (elins 08 kelas A) bisa sepedaan bareng maka ditetapkanlah starting point sama jam kumpul di Mipa Utara jam 06.00. Haha dan bisa ditebak sebelumnya pasti gag pada tepat waktu, dan benar saja mulai jam 6.00 berdatanganlah satu persatu personil yang mau ikut dan benar nyampe jam 8 baru terkumpul 10 orang. Oke well, kita pancal. Sesi foto pun tak mau ketinggalan, kalo kata Indra “Sepeda minimal foto maksimal”.

Personil awal : Ias, Indra, Tege, Arif, Isnan, Warson, Topek, Fika, Ian, Ferry.

Jalan dimulai arah ketimur dari Mipa, Rektorat, terus nyusur ketimur terus lewat selokan mataram, jalan selokan mataram sebelum seturan masih rame dengan aktifitas mahasiswa dan banyak toko-toko di sepanjang jalan, namun setelah lewat jalan seturan mulai dengan pemandangan sawah sawah yang hijau, menyejukkan mata. Sungai selokan mataram yang airnya tidak mengalir konon katanya emang ditutup alirannya dari ujung barat karena jika dibuka ditakutkan terjadi pendangkalan sungai karena material lahar dingin letusan merapi silam. Ditengah perjalanan pun sesekali berhenti untuk menikmati pemandangan dan berfoto foto tentunya.

Oke perjalanan lanjutlagi masih kearah timur mencari kitab suci, *kebalik emang biksu tong dan muritnya, hehe masih terus ketimur mencari ujung dari selokan mataram ini, nyebrang ringroad dan terus ketimur, dan akhirnya personil kita nambah lagi yaitu Frisky yang datang dari anrah timur karena memang rumahnya didaerah Maguwo, kita sudah menjadi kesebelasan yang siap bertanding lho loh, oke tambah lama tambah seru, bukan uang yang kita cari tapi kepuasan dan kebersamaan yang kita cari terlepas dari banyak efek yang timbul dari bersepeda bersama kita bisa turut menjaga bumi kita dari tercemar asap kendaraan, badan kita jadi sehat dll tapi lumayan capek juga sih, tapi capeknya cuma bentar kog lama lama udah terbiasa bahkan takterasa..

Sampai juga kita di ujung jalan selokan mataram yang menemukan kita di jalan Solo Km 10, karena selokan udah mulai berbelok keselatan, kita pun yang belum pada sarapan merasakan panggilan perut minta untuk diisi akhirnya kita berhenti di warung soto di daerah jalan solo. Menunya Soto ayam campur, soto sapi campur, soto pisah, minumnya standar aja es teh, atau es jeruk dan air putih. silahkan pilih. Yuk mari kita sarapan.

Setelah  itu perjalanan lanjut ke timur lagi, tidak berapa lama kita sudah sampai di area komples Candi Prambanan terjadi situasi aneh disini letak prambanan yang memang ada di perbatasan antara Yogyakarta dan Jawa Tenga, di bagian barat candi yg masih di jogja cuaca mendung pekat mau hujan, kita leihat lihat dulu candi prambanan dari balik jeruji pagar bagian barat, tidak lupa juga foto-foto, dan tiba-tiba bres hujan turun, kita pun berteduh di rumah-rumah di dalam komples candi dengan menelusup pagar hehehe. Untungnya hujan tidak berlangsung lama, alhamdulillah dikasih hujan membuat suasana menjadi adem deh. Oke lanjut perjalanan mengitari candi prambanan lewat jalan  diluar kompleks. Sampai di sebelah utara ada jembatan cocok deh buat foto-foto, kebetulan disebalah jembatan baru ada shooting FTV dan berharap kali aja masuk scene *ngarep.

Perjalan terus berlanjut terus mengitari kompleks sampai di bagian timur mencoba nego dengan pihak keamanan candi kali aja bisa masuk sepedaan didalam candi, dan sudah diduga jawabannya tidak bisa, eh bisa ding tapi bayar, gag ah lanjut aja karena diwilayah timur ini masuk kawasan Jateng fenomena aneh tadi terjadi disini panas banget, bahkan kering tidak ada tanda-tanda habis hujan. Karena sudah mulai siang ngitari candi terus diselasaikan denganakhir mengantar sang komandan Warson meihat kijang di sebelah timur kompleks candi. Kembali lagi denh di jalan Solo,dan lanjut pulang.

Perjalan pulang kali ini lebih nyantai, masuk kawasan Yogya masih lumayan mendung dan susana habis hujan makin adem, di daerah Bogem mampir beli dawet dulu slurrp seger

dan lanjut pulang deh lewat jalan Solo ke barat, daerah berbah keutara lewat selokan mataram lagi, dan personil pun sudah mulai lepas satu persatu kembali ke rumah masing-masing. Dan akhirnya kembali ke titik awal dan kembali ke rumah masing-masing.

Kesan sepedaan kali ini meskipun capek tapi seneng dan seru! Ayo terus beersepeda.

 

Pict from : http://ferryagusta.posterous.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.