Tamu Istimewa yang kedua

Alhamdulillah sudah dua Ramadhan ini saya menjalaninya di tanah rantau. kali ini masih diberi kesempatan untuk menemuinya lagi. Layaknya tamu agung yang datang rutin tiap tahun, yang harus dipersiapkan dan disambut. Ada yang berbeda dengan Ramadhan kali ini karena keriuhannya bercampur dengan adanya Piala dunia dan Pilihan presiden. layaknya distraksi dari keduanya, ketika jenuh akan copras-capres, ada sedikit netralisir dari piala dunia. Setelah keduanya berakhir, kini menyisakan akhir Ramadhan yang khidmat. Namun sendu pun menggelayut di benak umat di seluruh dunia. Saudara kita di Gaza dibantai secara brutal oleh zionis. Anak-anak, wanita dan warga sipil menjadi korban.

Sang tamu agung itu kini sudah akan meninggalkan kita lagi, entah lain waktu apakah bisa bertemu lagi atau tidak, siapa yang tau?. Yang kita bisa adalah memeluk erat  tamu agung itu sebelum berpamitan dan berharap dipertemukan lagi dilain waktu.

Kita hanya perlu waktu lebih lama untuk terjaga diwaktu malam mengobrol dengan Nya, perlu lebih banyak berdiri untuk sholat malam, perlu lebih teliti dan giat dalam membaca kitabNya, perlu lebih banyak air mata untuk minta ampunanNya, perlu lebih banyak uang yang kita sedekahkan, perlu lebih banyak senyum untuk kita tebar ke sesama, perlu lebih banyak maaf yang kita berikan, perlu lebih banyak dzikir yang kita lantunkan, …

Semoga kita mendapatkan keberkahan dari tamu agung yang datang ini, dengan menjadikan kita kembali menjadi manusia yang fitrah manusiawinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.