Rak Nostalgia Untuk Sahabat

Kuliah selama 4 tahun lebih tidak lepas  dengan yang namanya teman juga sahabat. Pastinya persahabatan itu tercipta secara natural karena kebersamaan dalam tempo yang cukup lama itu. Sekedar tenguk bareng,  ngerjain tugas bareng, dan segala kehidupan khas mahasiswa lainnya juga bareng. Ada cerita cerita yang kita punya, yang bisa kita putar kembali nanti.

Puspo Dewanto misalnya, Lelaki yang khas dengan gojekan rodo waton nya mampu memecah suasana ketika hening. Ide-idenya yang agag nyleneh pun sering muncul tiba-tiba. Ah dia sekarang sudah jadi seorang teknisi di perusahaan rokok berlambang djarum itu.

M Shahid Ardi, lelaki paling udzur diangkatan kami ini memang pantas dituakan. Terlihat dari guratan wajah dan sikapnya. Sebenarnya lancang bagi saya berpartner dengannya dan dia jadi Sekjennya, harusnya dialah yang pantas dituakan. Tapi ternyata cerita berkata lain, duniapun terbalik. Mas Sahid kini sudah bekerja di sebuah perusahaan PLTU di Jepara.

Orang yang cukup sepuh juga diantara kita yaitu, Ferry Agusta, karena hadeh hadeh nya, dia bertitel simbah simbah. Cukup sering saya bersama simbah mulai dari KKN bahkan sampai bimbingan Skripsi pun bareng. Sekarang mungkin dia mau menjajaki dunia perbank-kan.

Ahmad Fajrul Falah, seorang cendekia kita, mungkin dia jenius tapi gag pernah bilang bilang, hal ini terbukti karena pernah ikut di Gama Cendekia. Ide ide besar mu dan brainstorming denganmu selalu berlogika. Namun sayang akhir akhir ini jarang saya berjumpa dengan mu sobat, gimana skripsimu?, mungkin kamu telah diam diam menikah dengan akhwat pilihanmu, entahlah?

Nur Ikhwan, ini jagonya event organiser, dunia per EO an sudah malang melintang diikutinya. Ngobrol kreatif dan segala hal yang berotak kiri itu sama kamu. Terakhir ketemu kita bicara kebuntuan tugas akhirmu, namun jawabanku tetap pragmatis dan tanpa solusi berarti. Yang pasti kerjakan saja wak, dicicil dikit dikit.

Saya terusik ketika melihat halaman facebook dan melihat profil picture salah satu teman diatas berubah menjadi foto kita bareng. Saya juga resah dan rindu dengan teman-teman diatas, terutama dua nama yang saya sebut terakhir karena tidak kunjung selesai mengerjakan skripsi. Namun saya masih percaya dan optimis, mereka bisa melaluinya.

Mungkin tulisan ini yang hanya bisa saya tuliskan untuk bisa menyemangati mereka, karena jujur saja saya bukan pacarnya yang bisa menyemangatinya setiap saat, bukan pula dosen pembimbing yang mengerti detail penelitain mereka, saya hanyalah seorang kawan yang rindu ketika nanti kita berfoto bareng lagi, kita sudah sukses semua. Kemudian foto itu akan saya simpan dalam rak rak nostalgia persahabatan dan pertemanan kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.