Pulang menjemput harap

Kata khotib jumat tadi, harapan harus selalu ada dalam setiap keadaan apapun, meskipun dalam keadaan yang hampir pasti kita mati.

Seorang penyair mengatakan ketika kita jatuh kedalam sungai berarus deras sekalipun yang di dalamnya terdapat buaya dan hewan buas lain disana, kita harus tetap punya harapan meskipun hanya dengan berpegangan dengan ekor ular berbisa sekalipun. Karena bisa jadi ular tersebut yang akan menyelamatkan kita.

Dalam setiap lipatan malam yang gelap jangan pernah berhenti berharap karena Allah akan menghadirkan fajar yang menyingsing yang membawa terang.

Deru mesin jahit mungkin disitu letak harapan para tukang jahit. Suara pintu rolling kios ketika dibuka, disitu mungkin letak harapan warung-warung.

Kurang lebih begitulah khotib jumat memberikan khotbahnya tadi.

Bagi saya bersama deru ular besi ini aku pulang untuk kembali mengisi harapan – harapan yang selalu terkikis dalam rutinitas.

(kerata bogowonto, jumat malam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.