Prolog 2015

Hallo 2015

Tahun sudah berganti ke 2015 saja, lalu sudah sampai mana kita melangkah? Mungkin itu sebuah frase yang sering kita dengar ketika pergantian tahun. Dengan waktu yang terus bergulir dan tahun yang terus berganti, memang seharusnya kita harus berfikir sampai mana kita melangkah (dalam hal apapun).

Untuk kasus saya, sampai detik ini saya masih disini, disepetak kubikel yang menjadi keseharian saya. Belum kemana-mana, bahkan sedikit pergerakan pun tidak. Entahlah, mungkin saya hilang arah, hingga tak bisa kemana mana. Seperti seorang pejalan buta yang kehilangan tongkat dan takut meraba.

Kalo boleh bilang setahun kemaren adalah tahun yang berat buat saya. Dalam pekerjaan iya, energi saya terkuras dalam pusaran pekerjaan yang monoton. Saya harus berjibaku untuk bisa survive dalam pekerjaan yang entah ini saya sukai atau tidak. Apakah umur saya hanya akan termakan di sini? Kebingungan itulah yang menghabiskan energi saya. Sampai suatu waktu saya bahkan sampai pada titik untuk menyerah, lalu kalah.

Tapi tidak, hingga saat ini pun saya masih bertahan dan seperti biasa masih dengan rutinitas yang monoton. Hal-hal yang sering bisa menguatkan saya adalah dengan pulang ke rumah, bertemu orang tua dan keluarga. Mungkin doa orang tua saya yang selalu bisa menyuntikkan tambahan energi lagi ketika saya harus kembali bekerja.

Jangan tanya masalah hati , hal itupun tanpa pergerakan berarti. Masih sendiri, bahkan malah semakin terbiasa. Dingin, seperti halnya pekerjaan saya yang monoton. Tapi energi saya justru tidak cukup habis disini, tapi kadang disitu saya merasa sedih.

Rutinitas itu terus bejalan hingga tidak terasa setahun berlalu begitu hampa, tanpa pergerakan, tanpa pencapaian yang cukup berarti.

Ditahun 2015 saya harap ada perubahan besar dalam hidup saya. Pekerjaan yang lebih baik, menemukan tulang rusuk lalu menyempurnakan setengah agama, mengunjungi dua masjid alharam, adalah beberapa agenda besar yang selalu ada dalam list doa saya untuk bisa terwujud ditahun ini. Dan juga harapan-harapan lain yang selalu saya  lantunkan dalam setiap doa. Salah satunya adalah hidup saya semoga bisa lebih bermanfaat lagi bagi sesama. Semoga saya mempunyai cukup banyak energi untuk bisa melakukan perubahan besar ini. Amin, Semoga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.