Pensiun Dini

Cerita panjang perjalanan perantauan saya di Jakarta, sementara ini kudu berhenti sejenak. Memang adakalanya kita butuh rehat sejenak, untuk bernafas lebih dalam agar bisa lebih memaknai arti sebuah perjalanan. Dalam hal ini literally perjalanan karir saya. Yap sudah hampir sebulan terakhir saya memutuskan untuk ‘Pensiun Dini’. Memang keputusan itu tidak serta merta karena berasal dari keinginan sendiri, namun karena juga ada serangkaian faktor luar yang turut andil.

Singkat ceritanya begini, harga minyak turun, banyak proyek di hold, perusahan tempat saya kerja idle/ tidak ada kerjaan lagi, perusahaan melakukan langkah efisiensi, keadaan tidak juga membaik, tawaran pensiun dini, ada masalah di head office, tutup.

Nah saya memutuskan untuk mengambil opsi pensiun dini tersebut, tentunya setelah melakukan beberapa pertimbangan. Berikut salah satu referensi sebelum memutuskan mengambil pensiun dini Rumus perhitungan pesangon. Selain karena keadaan tidak juga menunjukkan perkembangan kearah yang lebih baik, dan juga suasana kantor sudah tidak cukup kondusif.

pensiun

Ternyata keputusan saya juga sama dengan hampir semua rekan saya. Merekan memilih mengambil opsi itu, hingga belakangan saya ketahui semua rekan kerja saya akhirnya mengambil opsi itu atau dengan kata lain tutup.

Sebenarnya sangat disayangkan perusahaan yang punya visi menjadi world leader in ocean technology ini harus menutup cabangnya di Indonesia, namun apa mau dikata keadaan memang tidak lebih membaik. Terimakasih untuk 3 tahun terakhir yang sudah menyediakan tempat bagi saya untuk menjalani sebab sampainya rizkiMu, juga tempat belajar dan mengenal banyak hal baru. Semoga dimudahkan untuk menjalani hal-hal baik lain kedepannya.

One thought on “Pensiun Dini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.