Mandilah nak!

Kukabarkan pada kalian, sebuah nasehat orangtua saya ketika capek. Orang tua saya selalu menyuruh saya mandi. Iya mandi, mengguyur seluruh badan menggunakan air. Katanya capeknya bakalan ilang, dan badan akan segar kembali.

Nasihat ini hampir terlupakan olehku, karena memang sekarang  sudah tidak tinggal lagi dengan mereka. Tidak ada lagi yang mengingatkan untuk selalu mandi. Masih membekas diingatan saya, ketika pulang sekolah sewaktu SD dulu, badan saya basah kuyup karena kehujanan, ibu saya memanasin air untuk mandi, katanya ” Mandilah nak, biar gag sakit“. Atau lagi ketika sesorean saya main sepak bola pulang-pulang menjelang maghrib dengan belepotan, bapak saya menyambut “Wes langsung adus wae ben kesele ilang“.

Ketika sudah masuk sekolah atas pun nasehat itu tetep sama, ketika saya pulang sore sehabis les, sambutan mereka tetap sama, “Mandi sana, guyur badanmu, biar seger“.

Kini, nasehat yang simple yang kadang saya males malesan melakukannya ini tiba-tiba saya rindukan kembali. Saat saya harus merantau dan tidak tinggal bersama mereka. Setiap pulang kerja dengan tubuh letih, tergeletak dikasur kamar kosan, tidak ada sambutan lagi, “Mandi dulu nak, biar badanmu segar“.

Sekarang saya merasakan nasehat sederhana yang kadang malas menjalani nya ini. Mandi, iya mandi. Mandi memang menyegarkan dengan sembari mengingat mereka dan nasehat mereka badan ini kembali berenergi lagi. Ingin rasanya mengabarkan pada mereka “Pak, bu, saya sudah bisa ‘mandi’ sendiri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.