Makhluk lemah

Dalam sebuah bincang sore engkau bertanya yang juga seakan pertanyaan itu sekaligus meluapkan rasamu, “pernahkah merasakan pikiran terbang kemana mana?, loncat sini, menerawang kesana, ingin ini, menghayal itu, acak, tak berpola, sesukanya, dan disaat bersamaan tubuh lemas tak berdaya, terkulai di pembaringan, mata menatap langit-langit berkedip tak teratur?”

tanpa bertanya lebih lanjut seketika itu aku iyakan tanyamu itu. Kau teruskan bercerita, Kita ini makhluk lemah ya, untuk sekedar beranjak dari pembaringan saja kita tak sanggup sendiri, tidak ada daya dan upaya kecuali milik Allah, pungkasmu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.