Hijrah:move on

Awal bulan ini dalam kalender islam merupakan juga awal tahun hijriah, menilik kisah kanjeng nabi pada waktu itu beliau harus hijrah dari mekah ke madinah karena banyak alasan dan salah satunya adalah ancaman pembunuhan oleh kaum kafir quraisy. Kita sebagai umatnya juga patut mencontoh sebaik baik teladan tersebut, ketika kita sudah stuck pada suatu hal maka kita harus pindah mencari hal baru dalam bahasa kerennya move on.

Dalam bulan desember ini, bagi saya dan beberapa temen saya adalah situasi yang mengharuskan move on, atau pindah ke tempat baru. Kalo dalam pelajaran sosial dulu namanya Urbanisasi yaitu pindah dari desa kekota. Kita harus menjalani Kerja Praktek di Jakarta. Salah satu step yang harus ditempuh oleh mahasiswa di prodi kami. Kami memilih PT Yokogawa Indonesia sebagai tempat KP kami, karena beberapa hal (nanti akan saya ceritakan pengalaman KP disana). Mungkin ini adalah plan F saya bisa kerja praktek disini, karena sebelumnya sudah ditolak Chevron untuk KP disana. hahaha tak masalah dan Tuhan adalah sebaik baik perenccana dan penentu bagi makhluknya 🙂 (tunggu cerita selanjutnya selama kita KP)

Dalam keberangkatan ke ibukota pun saya sempat mendapat banyak rintangan yang harus ditempuh, seperti ketinggalan kereta keberangkatan, sampai harus kesasar muter muter jakarta dengan sendirian membawa tas carier yang cukup berat saat pertama kali tiba disana. Namun karena jiwa saya yang waktu itu lagi semangat kali ya, akhirnya saya menjalani dengna senyum senyum saja dan enjoy. yah itung itung cari pengalaman lah 🙂

Menjadi kaum urban baru kita harus cepat beradaptasi dengan suasana,  harga makanan, kehidupan sosial dll. dan alhamdulillah kita tidak kesulitan melalui nya. semoga KP kita lancar dan mendapatkan hal hal naru yang bermanfaat. So far it’s nice!

Note:

Rencana awal naek kereta ekonomi jurusan Lempuyangan-Senen, harga tiket Rp 35.000,00 ; harus pesan seminggu sebelumnya karena PT.KAI sekarang tidak melayani tiket berdiri, jadi harus pesan jauh jauh hari supaya dapat tiket,

Kenyataannya naek Bus Maju Lancar, satu satunya bus malam terakhir yang tersisa pada waktu itu dengan harga tiket Rp 170.000,00 jurusan Giwangan-Kampung Rambutan.

untuk sampe ke Wisma Aldiron Jln Jend Gatot Subroto deket Pancoran, naek angkutan turun  Cawang (Rp 3.000) lanjut bus way di selter Cawang UKI (Rp 3.500) naek yang arah Pluit nanti turun di Pancoran Barat. Nah karena baru kemaren baru pertama kali datang akhirnya mendapat salah informasi dari petugasnya dan harus puter-puter jakara dulu hohohoh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.