Category Archives: Informasi

Teng GO dan Alternatif Ngopy

Sore selepas ngantor, kali ini pulang teng Go. Memang dalam tiga bulan terakhir siklus kerja saya sudah kembali normal 8-17. Sedikit banyak ada kaitannya dengan harga minyak dunia yang anjlok sehingga banyak perusahaan yang bermain di dunia migas mulai kelimpungan tak terkecuali tempat dimana saya bekerja saat ini. Project pending, hingga cost down dalam segala lini, masih untung tidak ada pengurangan karyawan dan hanya memperketat overtime saja.

Sore ini sesampai di kosan, mendapati pompa air kosan rusak, sehingga krisis air melanda. Selepas isya’ saya mencoba keluar kosan untuk mencari ‘air’. Beruntungnya tempat kosan saya dekat dengan tempat makan dan nongkrong afterwork. Tinggal milih dan jalan mau ke Plaza Festival Epicentrum, atau Setiabudi one.

Kali ini saya memilih Anomali Cafe Setiabudi One. Tempat ini cukup cozy untuk nongkrong afterwork, dengan pilihan kopi khas anomali. Tempat paling cozy adalah pojokan dekat jendela bisa buat mengamati susana luar. Apalagi kalau di luar hujan, sangat pas sekali bagi perenung seperti saya.

Sudah seminggu ini Jakarta mulai diguyur hujan setelah kemarau yang cukup panjang. Hujan memang berkah bagi makhluk bumi, terlihat ranting-ranting mulai kembali menghijau, dan air bisa kembali menghidupi. Namun bisa saja hujan menjadi bencana karena ulah manusia sendiri, membuat tanah-tanah penyerapan menghilang dan diperparah saluran air sungai yang tersumbat. Semoga hujan hujan ini turun dengan berkah-Mu.

Selain Anomali, di Setiabudi One juga ada tempat ngopi lain semisal Starbuck, World Coffe. Untuk Starbuck tidak usah dibahas karena tempat ini jamak dimana-mana. Karena tempat ini selalu rame, saya malas untuk kesini, lagi pula di gedung kantor tempat saya kerja juga ada. Untuk World Coffe baru seminggu lalu saya bersama beberapa teman saya mencobanya. Nampaknya tempat ngopi ini baru dibuka disini. Coffe yang lumayan keras dan harga yang standard, cukup jadi alternatif untuk bisa melek. Susananya juga enak dan gag begitu rame, disediakan juga buku-buka bacaan yang gag biasa.

Kalau lagi tidak ke Setiabudi One, saya memilih Plaza Festival, McD jadi alternatif paling sering saya kunjungi. Selain buka 24 jam, juga tersedia layar lebar untuk menonton pertandingan bola. Namun semenjak berlangganan TV berbayar sendiri saya lebih memilih menonton bola di kosan.

Setidaknya tempat-tempat tadi bisa membuat gairah menulis saya kembali, yang selama ini terkalahkan oleh kasur kosan, setidaknya satu postingan ini 🙂

Melarikan Diri dengan Buku

Beberapa waktu lalu saya pergi ke sebuah toko buku di daerah Semanggi. Mungkin saya lagi drop, semangat saya lagi mlempem sehingga saya memilih melarikan diri ke sana dari pada berdiam diri di kosan. Rak-rak buku itu saya susuri satu demi satu. Sudah agag lama memang saya tidak melakukan aktifitas seperti ini. Menyendiri di kerumunan buku dan para penikmat buku lain dalam suasana relatif sepi khas toko buku. Saya cuma membaca-baca sepintas sampul buku, dan sedikit membaca buku yang kebetulan memang sudah terbuka sampul plastiknya.

Dalam salah satu rak buku bacaan novel dan motivasi saya menemukan buku yang cukup ringan dibaca dan menarik untuk saya ambil. Kebetulan ada yang sudah tidak bersampul plastik. Saya melihat sepintas nampaknya tidak ada salahnya saya membawanya pulang, karena memang saya lagi butuh nutrisi bacaan yang memotivasi namun ringan dibaca. Buku itu berjudul Catatan Pagi Hari ditulis oleh Fitri Sudjarwadi. Buku yang belakangan saya tahu itu merupakan sekumpulan catatan penulis yang di posting di blognya. Selain membawa pulang buku tadi saya juga membeli satu buku lain berjudul Kematian adalah Nikmat karya Quraish Shihab. Agag berat memang, namun saya rasa cukup menarik dan bermanfaat.

Buku pertama saya habiskan tidak lama, sepulang dari toko buku itupun saya mampir disebuah warung makan cepat saji yang kebetulan ada nonbar bola tim favorit. Sambil menunggu pertandingan, sudah habis sepertiga buku saja. Setelahnya saya selesaikan buku itu di kereta perjalanan Jakarta-Jogja weekend lalu. Isi bukunya cukup sederhana yang menceritakan pengalaman pribadi penulis dengan ada bumbu inspirasinya.

Berbeda dengan buku kedua, buku yang cukup berat ini perlu waktu khusus untuk mebaca dan mencernanya. Memang tipikal saya kalo membaca tidak bisa cepat, saya seringnya mengeja kata demi kata sambil berimajinasi arti kata dalam kalimat tersebut. Itu yang membuat bebeapa buku yang saya beli tidak katam saya baca. Meskipun saya belum selesai membaca buku kedua ini, saya sudah setuju dengan buku ini bahwa kita harus menikmati kematian, bukanya malah takut menghindar, karena kematian itu adalah sebuah keniscayaan. Selanjutnya kehidupan didunia ini kita harus menyiapkan bekal untuk menjalani fase setelah kematian. Dalam buku ini dijabarkan secara gamblang hakekat hidup, mati dan segala proses evolusi perjalanan panjang manusia. Dijelaskan pula mengenai pandangan” yang keliru mengenai hidup dan mati.

Memang saya belum selesai membacanya, namun ketika sampai disalah satu halamannya saya teringat postingan terbaru dari Topx tentang Through Struggle yang saya duga itu kisah dirinya. Berikut akan saya kutipkan dari beberapa paragraf dalam buku itu yang menurut saya menarik. Mengenai jawaban dari Abbas al-‘Aqqad seorang cendekiawan Mesir kenamaan  ketika ditanya oleh salah seorang mahasiswa yang baru saja diwisudanya mengenai langkah apa yang harus ditempuh setelah lulus itu.

Teruslah berjalan dan berjalan. Janganberhenti berjalan. Kalau perjalanan meletihkanmu, maka duduklah, dan bila engkau duduk lihatlah ke belakangmu, apa yang telah engkau lakukan dan apa pula yang telah engkau persembahkan. Kalau engkau tidak menemukan sesuatu yang telah engkau hasilkan, maka lanjutkan lagi perjalananmu dan bila engkau letih, duduk lagi untuk melakukan instrospeksi dan jangan pernah berhenti bertanya: Apakah engkau telah memilih jalan yang benar, apakah jalan yang kau pilih itu telah menjadikanmu sesuatu yang berarti? Apakah jalan yang engkau lalui datar ataukah penuh dengan rintangan?Apakah engkau menemukan dirimu melompat dari hambatan jalan?Apakah engkau memperhatikan kakimu ketika sedang berjalan?Apakah engkau menggambar pohon atau mengikut pandanganmu ke arah burung yang sedang terbang? Apakah engkau melihat langit dan bertanya: Apa yang berada di atas kita ini? apakah engkau punya peranan? apakah engkau dibutuhkan? kalau itu tidak engkau lakukan dalam hidupmu, maka tidak perlu lagi engkau melanjutkan langkah. (Kematian adalah nikmat, p.37)

Ballet Ramayana

Ballet Ramayana merupakan sebuah pertunjukan sendratari dengan cerita Ramayana. Kata Soekarno bapak proklamator kita:

Ballet Ramayana adalah satu percobaan (good effort) untuk membawa seni pentas Indonesia ke taraf yang lebih tinggi | Soekarno 25/8/1961

berikut sinopsis ceritanya

Pengantar Prabu Janaka, Raja Kerajaan Mantili memiliki seorang puteri yang sangat cantik bernama Dewi Shinta.

Shinta
Shinta

Untuk menentukan siapa calon pendamping yang tepat baginya, diadakanlah sebuah sayembara. Rama Wijaya, Pangeran dari Kerajaan Ayodya akhirnya memenangi sayembara tersebut.

Rama
Rama
Rama dan Shinta
Rama dan Shinta
Rama dan Shinta
Rama dan Shinta mesra

Prabu Rahwana, pemimpin Kerajaan Alengkadiraja sangat menginginkan untuk menikahi Dewi Shinta. Namun, setelah mengetahui siapa Dewi Shinta, ia berubah pikiran. Ia menganggap bahwa Dewi Shinta merupakan jelmaan Dewi Widowati yang telah lama ia cari-cari

Hutan Dandaka Rama Wijaya beserta Shinta, istrinya, dan ditemani oleh adik lelakinya, Leksmana, sedang berpetualang dan sampailah ke Hutan Dandaka.

Di sini mereka bertemu dengan Rahwana yang begitu memuja Dewi Shinta dan sangat ingin memilikinya. Untuk mewujudkan gagasannya, Rahwana mengubah salah satu pengikutnya bernama Marica menjadi seekor kijang yang disebut Kijang Kencana dengan tujuan memikat Shinta. Karena tertarik dengan kecantikan kijang tersebut, Shinta meminta Rama untuk menangkapnya. Rama menyanggupi dan meninggalkan Shinta yang ditemani Leksmana dan mulailah dia memburu kijang tersebut. Setelah menunggu lama, Shinta menjadi cemas karena Rama belum datang juta. Ia meminta Leksamana untuk mencari Rama. Sebelum meninggalkan Shinta, Leksmana membuat lingkaran sakti di atas tanah di sekeliling Shinta untuk menjaganya dari segala kemungkinan bahaya. Begitu mengetahui bahwa Shinta ditinggal sendirian, Rahwana mencoba untuk menculiknya namun gagal karena lingkaran pagar pelindung yang menjaganya. Kemudian ia mengubah diri menjadi seorang Brahmana. Shinta jatuh kasihan terhadap Brahmana yang tua tersebut dan hal tersebut membuatnya keluar dari lingkaran pelindung. Akibatnya, Rahwana – yang menjelma menjadi Brahmana tua tersebut – berhasil merebut dan membawanya terbang ke Kerajaan Alengka.

Memburu Kijang Rama berhasil memanah kijang yang dikejarnya, namun tiba-tiba kijang tersebut berubah menjadi raksasa. Terjadilah perkelahian antara Rama dengan raksasa tersebut. Raksasa tersebut akhirnya dapat dibunuh Rama menggunakan panahnya. Kemudian tibalah Leksama dan meminta Rama untuk segera kembali ke tempat di mana Shinta berada.

Penculikan Shinta Dalam perjalanan ke Alengka, Rahwana bertemu dengan burung garuda bernama Jatayu. Mereka kemudian terlibat pertengkaran karena Jatayu mengetahui bahwa Rahwana menculik Dewi Shinta – yang adalah anak Prabu Janaka, teman dekatnya. Sayangnya, Jatayu berhasil dikalahkan oleh Rahwana saat mencoba membebaskan Shinta dari cengkeraman Rahwana. Mengetahui bahwa Shinta tidak lagi berada di tempat semula, Rama dan Leksmana memutuskan untuk mencarinya. Dalam perjalanan pencarian tersebut, mereka bertemu dengan Jatayu yang terluka parah. Saat bertemu pertama kali tersebut, Rama mengira bahwa Jatayulah yang menculik Shinta sehingga ia berniat membunuhnya namun Leksmana mencegahnya. Jatayu menjelaskan apa yang terjadi sebelum akhirnya ia meninggal.

Jatayu Mati
Jatayu Mati

Tidak lama kemudian, seekor kera putih bernama Hanoman tiba. Ia diutus oleh pamannya, Sugriwa, untuk mencari dua pendekar yang mampu membunuh Subali.

Hanoman
Hanoman
Hanoman
Hanoman

Subali adalah serang yang suci dan telah mengambil Dewi Tara, wanita kesayangan Sugriwa. Setelah dipaksa, akhirnya Rama memutuskan untuk membantu Sugriwa.

Gua Kiskendo Pada saat Subali, Dewi Tara dan anak lelakinya sedang berbincang-bincang, tiba-tiba datanglah Sugriwa dan langsung menyerang Subali. Sugriwa yang dibantu oleh Rama akhirnya mampu mengalahkan Subali. Sugriwa berhasil merebut kembali Dewi Tara. Untuk membalas kebaikan Rama, Sugriwa akan membantu Rama mencari Dewi Shinta. Untuk tujuan ini, Sugriwa mengutus Hanoman untuk mencaritahu mengenai Kerajaan Alengka. Kemenakan Rahwana, Trijata, sedang menghibur Shinta di taman. Rahwana datang untuk meminta kesediaan Shinta menjadi istrinya. Shinta menolak permintaan tersebut. Hal ini membuat Rahwana kalap dan mencoba membunuhnya namun Trijata menghalanginya dan memintanya untuk bersabar. Trijata berjanji untuk merawat Shinta. Saat Shinta merasa sedih, ia tiba-tiba mendengar nyanyian indah yang disuarakan oleh Hanoman, si kera putih.

Hanuman menolong Shinta
Hanuman menolong Shinta

Hanoman memberi tahu Shinta bahwa ia adalah utusan Rama yang dikirim untuk membebaskannya. Setelah menjelaskan tujuannya, Hanoman mulai mencari tahu kekuatan seluruh pasukan Alengka. Ia kemudian merusak taman tersebut. Indrajit, anak lelaki Rahwana, berhasil menangkap Hanoman namun Kumbokarno mencegahnya untuk membunuhnya dan Hanoman dijatuhi hukuman mati dengan cara dibakar.

Hanuman Obong
Hanuman Obong

Namun saat dibakar, Hanoman berhasil lari dan justru membakar kerajaan dengan tubuhnya yang penuh kobaran api.

Hanuman Obong
Hanuman Obong

Segera setelah membakar kerajaan, Hanoman datang kepada Rama dan menjelaskan apa yang telah terjadi. Rama kemudian pergi ke Alengka disertai dengan pasukan kera. Ia menyerang kerajaan dan membuat pasukan Alengka kocar-kacir setelah Indrajit – sebagai kepala pasukan kerajaan – berhasil dibunuh. Rahwana kemudian menunjuk Kumbokarno – raksasa yang bijaksana – untuk memimpin pasukan dan menyerang kerajaan Alengka. Namun kemudian Kumbokarno berhasil dibunuh oleh Rama dengan panah pusakanya. Rahwana mengambil alih komando dan mulai menyerang Rama dengan bala tentara seadanya. Rama akhirnya juga berhasil membunuh Rahwana. Dibawa oleh Hanoman, mayat Rahwana diletakkan di bawah gunung Sumawana.

Rama Bertemu Shinta Setelah kematian Rahwana, Hamonan menjemput Shinta untuk dipertemukan dengan Rama. Namun Rama menolak Shinta karena ia berpikir bahwa Shinta sudah tidak suci lagi. Shinta kecewa dan untuk membuktikan kesetiaannya kepada suaminya, ia menceburkan diri ke dalam kobaran api dan membakar diri.

Shinta dikerumuni dewi dewi
Shinta dikerumuni dewi dewi

Karena kesuciannya dan atas bantuan Dewa Api, ia tidak terbakar dan selamat. Hal tersebut membuat Rama bahagia dan akhirnya menerimanya kembali menjadi istrinya.

Simpuh Shinta pada Rama
Simpuh Shinta pada Rama

thanks to om nya dek Tata yang udah ngasih free ticket buat liat pertunjukan ini, sering sering yah 🙂

Omar

Sahur tadi, dalam hatiku menangis, bukan karena sedih, bukan karena sakit, namun karena terharu ketika mendengar Umar bin Khatab melafalkan syahadat, persaksian bahwa tidak ada illah yang berhak disembah selain Allah, dan Muhammad ada utusan Allah. 

Kisah sejarah/sirah islam dengan tokoh utama  salah seorang sahabat nabi yang begitu kuat dan punya karakter pemimpin yang tegas yaitu Umar bin Khatab, terdiskripsikan jelas dalam film serial kolosal yang berjudul Omar, yang di tayangkan di MNC TV selama bulan Ramadhan tahun ini. Waktu penayangan film serial ini adalah saat waktu sahur. Film ini sarat akan makna dan pesan mengenai kisah islam dan perkembangan awal islam. Dan tentu menjelaskan bagaimana kisah seorang Umar bin Khatab yang awalnya mempunyai sikap yang keras pada akhirnya masuk Islam

Film ini menjadi tontonan yang pas, dan baik diambil pelajaran mengenai sharah islam. Sayangnya karena nabrak waktu sholat subuh di wilayah Jogja jadi tidak bisa melihatnya penuh  setiap episodenya. Berharap segera menemukan link download film ini 🙂

sumber video youtube.com

 Alhamdulillah, akhirnya dapat link downloadnya disini

Desa Ngadas (2100 mdpl) Desa di Atas Awan

Suatu tugas mulia yang wajib diemban oleh mahasiswa ugm, menyebar ke seluruh pelosok penjuru nusantara. Tidak terkecuali saya dan beberapa teman saya yang tergabung dalam satu kelompok unit 11. Setelah beberapa proses pra pelaksanaan mulai menentukan tempat, mencari personil, mencari sokongan dana dan lain lain. Akhirnya kita membulatkan tekat untuk melaksanakan yang namanya Kuliah Kerja Nyata di suatu wilayah desa di Kabupaten Malang Jawa Timur. Unit 11 sendiri terbagi menjadi dua desa yaitu di desa Gubuklakah yang kaya akan buah apel, dan desa Ngadas yang masuk kawasan taman nasional TN-BTS (Bromo Tengger Semeru). Info lebih banyak dapat dikunjungi websitenya desawisata.net

Nah kebetulan saya termasuk yang  mendapat bagian di desa Ngadas yang berada pada ketinggian 2100 mdpl. Menurut beberapa sumber yang didapat, desa ini merupakan tertinggi di jawa timur, atau bahkan di pulau jawa. Nah selama 2 bulan lamanya kita harus membaur dengan dinginnya hawa pegunungan dan hangatnya keramahan masyarakat suku Tengger.  Continue reading Desa Ngadas (2100 mdpl) Desa di Atas Awan

Test post via WordPress Client

cek cek cek sound *manasuaranya? -_-‘

jadi ini adalah posting pertama menggunakan wp client, yg sebelumnya disarankan oleh ndan deptz karena ada pertanyaan gimana caranya biar bisa posting di blog dengan cepet dan mobile,

bagi yg memakai device Android wp client ini bisa didapatkan di android market kalo sekarang namanya jadi Google Plays *sejakbeberapa hari yg lalu sih , nah cari ada disana dengan kata kunci WordPress Client nah muncul deh tu app nya, tinggal download dan install.

Wait tunggu dulu, setelah diinstal dan coba diopen kog belum bisa dipake, jadi gini kita harus enable dulu setingan Remote Publishing kita di blogkita/wp-admin/options-writing … nah itudi enable aja yg remote publishing XML-RPC nya , selanjutnya coba buka wp client tadi dan taraaaa bisa digunakan …

Sekian dulu deh test posting via wp client nya, semoga bermanfaat, menurut saya ini cukup membantu dengan kecenderungan ide dan mood buat nulis yang gag tentu bisa sangat membantu, selamat mencoba, keep posting 🙂

HMI dari SCADA Mengunakan Fast/Tools

SCADA (kependekan dari Supervisory Control And Data Acquisition) adalah sistem kendali industri berbasis komputer yang dipakai untuk pengontrolan suatu proses, seperti proses industri: manufaktur, pabrik, produksi, generator tenaga listrik. Proses infrastruktur: penjernihan air minum dan distribusinya, pengolahan limbah, pipa gas dan minyak, distribusi tenaga listrik, sistem komunikasi yang kompleks, sistem peringatan dini dan sirine proses fasilitas: gedung, bandara, pelabuhan, stasiun ruang angkasa.

Beberapa contoh lain dari sistem SCADA ini banyak dijumpai di lapangan produksi minyak dan gas (Upstream), Jaringan Listrik Tegangan Tinggi dan Tegangan Menengah (Power Transmission and Distribution) dan beberapa aplikasi yang dipakai untuk memonitor dan mengontrol areal produksi yang cukup luas. Continue reading HMI dari SCADA Mengunakan Fast/Tools

Perbedaan FAT dan SAT

Pertama kali mendengar kata FAT dan SAT adalah saat melaksanakan Kerja Praktek. Kedua kata itu memang membuat saya penasaran karena sering saya dengar dari pembimbing yang lagi mengerjakan tugas tersebut. Akhirnya kedua kata baru itu baru saya ketahui artinya setelah saya tanyakan langsung kepada pembimbing saya.

FAT = Factory Acceptance Testing
SAT = Site Acceptance Testing Continue reading Perbedaan FAT dan SAT

Welcome back, from the jungle! :)

Nah lho kemana aja selama ini, tidak menjamah blog ini, baiklah akan aku ceritakan alasannya…

Memang lebih dari dua bulan ini blog ini tidak terurus, gag update dan jadul, tapi bukan karena alasan salah satunya adalah mager buat ngetik, ditinggal KKN, dan dan dan … kasih tau gag ya?
Alasan paling rasional adalah ditinggal KKN hampir dua bulan tanpa sinyal, jangankan buat ngenet di desa tempat saya KKN susah mendapatkan sinyal. Yang pasti dengan adanya keterbatasan seperti itu, saya mendapat banyak pelajaran berharga disana, pengalaman, dll. Saya tidak bisa mengungkapkan keseruan KKN, yang jelas KKN sangat berarti dan bermakna bagi saya. Karena saya tidak pandai bercerita mungkin video ini bisa sedikit menggambarkan bagaimana KKN saya 🙂

Desa Ngadas

 

yah itu tadi reka jejak KKN-PPM UGM Unit 11 antar semester 2011.

O iya saya kelewatan juga untuk mengucapkan

“Mohon Maaf Lahir Batin

~semoga amal ibadah kita diterimaNya dan dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan yang agung~

Wajan Bolic

Putar otak, ya ini harus aku lakukan karena rumah ku yang emang dipelosok perbatasan Negeri Ngayogyakarta Hadiningrat jauh dari cepatnya koneksi perinternetan. Menindak lanjuti sebelumnya aku yang udah beli modem namun yah maklumlah namanya juga pelosok jadi sinyalnya pun mood mood tan alias kembang kempis. Hemt gimana ya cara ngakali nya… setelah cari cari info akhirnya ada yang menyebutkan coba bikin wajan bolic aja, hemt ya ya dan kuputuskan untuk membuatnya, gimana caranya? Continue reading Wajan Bolic