Category Archives: Belajar Berbagi

“Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain”, berawal dari situ saya belajar berbagi segala yang saya punya mulai dai hal yang kecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai saat ini.

Bingkai Inspirasi

Satu lagi janji kami sudah terlaksana, yaitu silaturahmi kembali ke SD N Surokarsan 2. Namun kali ini tidak untuk menjalani hari inspirasi namun menyambung silaturahmi dan menjaga hubungan baik dengan pihak sekolah yang telah dengan hangat menyambut kami sebelumnya. Salah satu janji kami untuk bisa kembali lagi ke sekolah ini sudah lunas tinggal melaksanakan keinginan keinginan tulus lain seperti halnya melanjutkan kelas inspirasi ini.

Bukan bantuan berharga yang kami bawa kali ini namun hanya sebingkai foto kenangan kita yang merupakan snapshoot dari proses kelas inpirasi lalu. Tujuan kami memberikan itu utamanya supaya inspirasi yang pernah kita bagi bisa terus terpancar dan diingat, sehingga dengan melihat bingkat itu inspirasi itu bisa terus mengalir. Selain itu juga membawa versi cetak dari ebook Kisah Inspirasi supaya cerita cerita Inspirasi para Inspirator bisa lebih dekat kepada mereka.

Berikut beberapa bingkai yang kami cetak berupa snapshoot foto hari inspirasi

Catatan sehari menginspirasi di Kelas Inspirasi (ebook)

Beberapa waktu lalu saya ikut jadi voulenteer sebuah gerakan ‘akar rumput’ dari rakyat untuk rakyat bernama Kelas Inspirasi. Uniknya kegiatan ini adalah dari para profesional untuk adik adik di Sekolah Dasar. jadi Kelas Inspirasi ini merupakan serangkaian/ bagian kegiatan kecil dari Indonesia Mengajar yang kegiatannya memberikan Inspirasi kepada adik-adik Sekolah Dasar untuk tau dan mengenal lebih jauh mengenai profesi-profesi yang ada.

Saya tergabung dalam tim untuk menginsiprasi SD Surokarsan 2, bersama para profesional lainnya. Cerita menjadi pengajar sehari memberikan inspirasi, menjadikan pengalaman tersendiri, tidak saja menginspirasi adik-adik SD namun justru inspirasi baru pun didapat oleh para profesional. Cerita tersebut kami rangkum dalam sebuah cerita singkat oleh para profesional, kami satukan menjadi sebuah ebook. Harapannya cerita-cerita ini bisa menjadikan inspirasi-inspirasi itu tetap terjaga dan memberikan  kebermanfaatan yang langgeng.

Ebook Kelas Inspirasi Yogyakarta-SD N Surokarsa 2 by Teguh Budi Pratomo

Belajar bersama mereka

Kali ini saya mengajak adik-adik jalan-jalan lagi. Namun jalan jalan kali ini kita sambil menggunakan sepeda motor sespan milik pak lik saya. Sepeda motor sespan ini adalah sepeda motor biasa yang telah dimodif dengan tambahan gerobak kecil disampingnya. Sepeda motor sespan inilah yang belakangan digunakan oleh pak lik saya sebagai alat transportasi jalannya.

sespan

 

Sedikit cerita, pak lik saya adalah seorang yang mempunyai keterbatasan dengan kakinya. Dia mengalami sakit polio sejak dia kecil. Menurut cerita, ketika kecil dia mengalami panas badan yang cukup tinggi, dan orang tuanya membawa periksa ke pak mantri untuk berobat, bukan sembuh yang didapat melainkan kakinya menjadi menyusut dan tidak tumbuh normal.

Pak lik saya ini bekerja sebagai tukang service alat elektronika di salah satu sudut depan rumah saya. Bapak saya rela menyediakan ruang untuk dijadikan lapak bekerja untuk pak lik. Waktu saya kecil biasa saya pinjem kursi roda beliau untuk mainan, sebagai gantinya saya mengantarkan beliau pulang kerumah dengan mendorongnya. Sekarang keadaanya lebih baik dengan menggunakan sepada motor sespan ini, karena beliau bisa dengan mudah pergi kemana-mana.*nanti saya akan ceritakan lagi tentang pak lik

bermain dan belajar

Kelas sanggar kali ini saya belum menyiapkan bahan ajar, sepontan saja saya ajak adik-adik naik sepeda motor sespan punya pak lik keliling kampung dengan niatan belajar merasakan gimana perasaan orang yang punya keterbatasan kaki untuk berjalan itu.

Adik-adik nampaknya terlihat sangat antusias, saya mengajak mereka ke sebuah lapangan sepak bola yang lebar, kita berhenti di tengah lapangan sambil guling-guling dirumput, bercerita, merasakan alahkah beruntungnya kita mempunyai kaki yang normal, bisa berjalan kesana kemari, bahkan berlari ketempat yang kita tuju. bermain sespan

Belajar & Mengajar

Ini bukan apa-apa, dan tidak ada apa-apanya dibanding Indonesia Mengajar. Ini hanya sebuah  usaha kecil saya, sebagai tanggung jawab moral saya untuk bisa berbagi bersama anak-anak di desa saya. Sudah dua bulan terakhi ini, setiap akhir pekan saya mengajar untuk anak-anak di desa saya. Bukan mengajar, belajar bersama lebih tepatnya karena belum layak juga ini dikatakan mengajar.

Saya memang punya keinginan ikut program Indonesia Mengajar nya yg digagas bapak Anies Baswedan, namun karena mungkin belum berkesempatan untuk mengikutinya maka saya mencoba membuat kesempatan sendiri. Ah aku mulai saja dari yang sederhana, mulai dari sekitarku dulu.

Untuk menarik minat adik” bikin selebaran kayak begini

alhamdulillah pada tertarik dan lumayan banyak yang datang, pertemuan pertama belajar komputer 🙂

pertemuan selanjutnya setiap hari ahad jam 13.00, hari ini belajar mengenal Indonesia lebih dekat. Adik-adik menggambar peta Indonesia 🙂

 

pertemuan hari ini menggapai mimpi dan cita-cita, adik” ber cerita mengenai mimpi dan cita cita mereka masing-masing. Meskipun siang itu hujan lebat, mereka tetap antusias datang.

hari ini belajar bahasa inggris, dengan menonton video interaktif bahasa inggris juga

Saat saya tinggal berkelana Nusa Tenggara,  adik” saya kasih PR buat menulis surat untuk Presiden

Bermain permain tradisonal yang sekarang sudah jarang mereka mainkan, seperti cublak-cublak suweng, jamuran, mejikuhibiniu dll

Nah saat masuk musim liburan, seneng melihat hasil raport yang mereka dapat, ada yg rengking 1 juga lho :), untuk mengisi liburan saya mengajak mereka berkunjung ke Museum

Di museum mereka tidak hanya bermain saja, namun mereka juga belajar menggambar, merekam memori yang mereka lihat dengan media gambar, bercerita dengan gambar 🙂

 

Beginilah upaya kecil saya, saya berharap saya masih bisa memberi manfaat buat sekitar saya, semoga Allah memudahkan, mari cerdaskan bangsa “mulai dari yang kecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai saat ini”