Tag Archives: May day

Hari Raya Kelas Pekerja

1 Mei, merupakan harinya bagi para kelas pekerja. Biasa disebutnya May Day. Sejarah berawal dari sebuah perayaan atas keberhasilan para kelas pekerja dalam memperoleh hak-hak mereka atas kejamnya kapitalisme industri. Berbagai tuntutan awal mengenai jumlah jam kerja 8 jam per hari menjadi sebuah pergerakan kaum buruh.

Di Indonesia sendiri kabarnya Hari Buruh identik dengan sebuah pergerakan kiri yang konon di tunggangi PKI. Sehingga pada masa OrBa hari buruh ini tidak pernah diperingati. Kekhawatiran akan sebuah aksi yang anarkislah yang membuatnya tak pernah terperingati. Namun belakangan setelah revormasi hari buruh ini mulai mencul kembali dan rutin dilaksanakan oleh para kelas pekerja kita.

Umumnya, mereka akan turun kejalan menyuarakan tuntutannya supaya bisa didengarkan penguasa. Meskipun tak jarang aktivitas seperti ini kadang berujung rusuh dan terganggunya kativias masyarakat umum lainnya. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan penyampaian pendapat dan harapan untuk pemerintah dengan menyuarakan langsung, asalkan jangan anarkis dan tidak mengganggu kepentingan umum. Karena kaum kelas pekerja pun juga mempunyai hak untuk bicara dan menyampaikan pendapat mereka.

Kabarnya mulai tahun depan akan ada libur nasional pada hari buruh. Logis sih, jika dilihat dari runtutannya, otomatis para pekerja jika ingin turun aksi pasti tidak masuk kerja, perusahaan tidak beroprasi, para pekerja turun ke jalan, aktivitas pegawai lain jadi terhambat, mungkin solusi pemerintah untuk meliburkan pada hari buruh adalah pilihan yang pas.

Pada hari ini 1 Mei saya yang juga mulai menjadi pekerja di ibukota sedikit merasakan euforia para kaum kelas pekerja di ibukota. Hari ini memang saya tidak masuk kerja, saya ijin karena ada invitasi MCU dari perusahaan lain di suatu lab dikawasan buncit. Setelah MCU selesai saya pulang dengan busway transportasi andalan saya di ibukota. Namun karena ada aksi dari teman-teman buruh, busway yang saya tumpangi tidak bisa menuju ketempat yang saya tuju akhirnya hanya bisa berhenti di halte terdekat saat itu. Menunggu cukup lama di halte tersebut, melihat jalanan macet juga para pekerja yang bersemangat turun kejalan maka saya berusaha menikmati suasana tersebut, alhasil setelah berapa lama jalan bisa berjalan normal kembali.

Saya berharap yang terbaik buat kalian dan kita semua wahai saudara-saudaraku kelas pekerja.