Tag Archives: Lempuyangan

Alternatif Pulang

Ada kabar bagus bagi kaum kelas pekerja dari daerah seperti saya, bahwa mulai bulan September tiket kereta ekonomi turun harga menjadi Rp 50.000,-. Berita ini sungguh menyegarkan bak guyuran hujan dikemarau panjang, dikala hati kering merindu akan kampung halaman. Sebuah harapan untuk bisa sering-sering ketemu keluarga di rumah. Alhamdulillah bisa sering pulang.

Kereta ekonomi menjadi pilihan yang paling masuk akal dan juga masuk dikantong saya. Masuk akal karena perbaikan dari penyediaan layanannya yang semakin membaik dari PT.KAI baik jadwalnya maupun kondisi didalam kereta itu sendiri. Masuk dikantong karena harga tiket untuk kereta ekonomi cukup bersahabat dan terpaut cukup jauh dari kelas-kelas diatasnya. Ada hal lain juga yang saya suka yaitu ketika mengamati suasana dalam kereta ekonomi dan obrolan antar penumpannya.

Kereta Progo, adalah kereta ekonomi jarak jauh PP Jakarta-Jogja, lebih tepatnya Stasiun Pasar Senen (PSE)-Lempuyangan (LMP). Berangkat dari PSE pukul 22.00 dan tiba di LMP sekitar pukul 06.20. Melihat jadwal yang cukup bagus dan pas, artinya bagi pekerja seperti saya, jam 22.00 berangkat dari PSE adalah jam yang cantik, sudah pulang kerja, dan tidak terburu-buru ke stasiun.

Ada sebuah kelompok komunal yang tercipta dengan sendirinya yaitu komunitas PJKA “Pulang Jumat Kembali Ahad”. Kelompok ini secara natural terbentuk bagi para pekerja yang bekerja diluar kota, biasanya orang daerah yang bekerja ke jakarta, yang setiap akhir pekan pulang kedaerah masing-masing untuk bertemu dengan keluarga. Jumat sore selapas jam kantor mereka pulang ke kampung halaman, hari Sabtu bisa berkumpul dengan keluarga, dan Ahad sore mereka kembali ke tempat kerja.

Saya sering mengobrol dengan penumpang lain dikereta ketika pulang, mereka rata-rata mengaku sudah rutin setiap akhir pekan pulang ke daerah mereka. Biasanya bagi yang sudah berkeluarga dan istri-anaknya berada di sana. Mereka rela melakukan perjalanan jarak-jauh setiap minggu untuk keluarganya. Ini sebabnya kerap kali saya temui orang-orang yang sama dalam satu gerbong setiap minggunya.

Kereta Progo menjadi primadona bagi para kelas pekerja juga PJKA dari Jogja seperti saya, jadwalnya yang cantik membuat tiket ini selalu ludes terjual bahkan untuk perjalanan untuk 2 bulan kedepan. Bagi mereka yang rutin setiap minggunya pulang, sudah langsung membeli tiket bahkan ketika waktu tiket dibuka untuk tangal tersebut. Ini sebabnya tiket progo pada hari juma’at malam selalu habis terjual.

Bagi saya yang memang belum bisa pulang setiap minggu, namun insyaAllah saya usahakan sebulan sekali, agak kesulitan mendapatkan tiket tersebut, kecuali kalo sudah merencanakan tanggal tersebut jauh jauh hari mau pulang dan langsung pesan begitu tiket dijual.

Saya mendapatkan alternatif itenerary untuk pulang yaitu saya menggunakan Kereta Ekonomi Tawang Jaya, kereta tujuan Stasiun Pasar Senen-Semarang poncol. Jadi saya terlebih dahulu lewat semarang untuk kemudian dilanjut naik bus menuju Jogja. Memang agag ribet dan pastinya lebih lama, namun bisa jadi alternatif ketika tiket Progo habis. Jadwal kereta Tawang Jaya berangkat dari PSE pukul 22.10 dan sampai di SMC sekitar pukul 05.40, harga tiketnya lebih murah Rp 45.000,-. Selanjutnya dari depan stasiun naik angkutan jurusan terminal Terboyo Rp 5.000,- dan dari terminal bisa memilih bus jurusan Semarang-Jogja. Untuk tiket bus ekonomi biasa Rp 20.000,- dengan waktu tempuhh sekitar 3-4 jam dan untuk tiket ekonomi PATAS-AC Rp 40.000,- waktu tempuh 2-3 jam. Untuk yang ingin segera bertemu keluarga saya sarankan naik yang PATAS, jadi bisa sampai rumah bisa lebih cepat, sekitar pukul 09.00 pagi.

Untuk kembali ke jakartanya pada hari Ahad ada banyak alterntif kereta ekonomi dari Lempuyangan menuju Pasar Senen, mulai dari kereta Progo berangkat pukul 15.30, kereta Bengawan berangkat pukul 16.33 dan Gaya Baru Malam selatan berangkat pukul 17.10, kalo saya lebih memilih naik kereta GBM untuk balik ke Jakarta karena bisa punya lebih banyak waktu dirumah karena jam berangkatnya jam lebih sore.

Ada banyak alasan orang untuk pulang kerumah, bagi saya alasan untuk selalu pulang kerumah adalah kerinduan akan keluarga dan menjenguk orang tua, memastikan mereka bisa melihat saya tumbuh dewasa setalah mereka merawat dan membesarkan saya sedari kandungan.