Tag Archives: Juni

Kejutan dibulan Juni

Bulan Juni sudah berjalan setengahnya dan berlalu dengan penuh kejutan juga perubahan  yang cukup krusial. Awal bulan berjalan normal seperti biasa, berangkat ke kantor dengan antusias karena memang awal bulan kan. Namun semua berubah ketika ada sebuah telepon dari perusahaan lain yang memberi kesempatan berkarir disana. Memang sebelumnya saya telah menjalani proses hingga MCU. Posisi saya yang sudah bekerja tidak lantas mengiyakan tawaran tersebut, saya meminta waktu untuk berfikir, handover pekerjaan dan ijin perusahaan sekarang, dan yang penting meminta restu orang tua. Setelah berfikir dan menimbang, ijin dan restu dikantong barulah saya mengkonfirmasi kesediaan itu.

Hari terakhir saya di kantor pertama saya, saya berangkat cukup bersemangat karena hari ini mau pamitan dengan rekan kerja yang lain. Saya cukup berkesan dengan suasana kerja dan kekeluargaan di kantor ini. Sambutan hangat dari ketika saya berkenalan masuk di kantor ini selalu saya rasakan setiap hari, dari Manager hingga OB nya. Ending yang sudah saya susun rapi di perusahaan ini tiba-tiba buyar akan sebuah telfon dari perusahaan yang memberi tawaran tadi. “Maaf waktu konfirmasi anda sudah lewat, dan anda tidak bisa lagi masuk”, seketika itu hanya lemes dan bingung, karena surat pengunduran diri saya sudah di approve. Njuk aku kudu piye? Bingung harus berbuat apa, akhirnya saya menghubungi project manager untuk menangguhkan surat pengunduran diri saya, dari beliau tidak masalah namun saya harus menghadap ke Manager dan HR. Ketika itu hari Jum’at, mungkin hari terpanik saya saat kerja. Setelah sholat Jum’at saya berpikir kembali dan mencoba melihat informasi di email yang saya terima, setelah saya lihat ternyata saya tidaklah telat mengkonfirmasi keputusan tersebut ke perusahaan yang menawari tadi. Akhirnya saya berusaha lagi menghubungi HR Manager perusahaan tersebut. Aku jelaskan kronologisnya dan untungnya bapaknya mau mengerti dan qodarullah ini memang kesalahan koordinasi internal mereka, dan bapaknya akan berusaha membantu.

Ketika belum mendapatkan titik terang, namun waktu sudah menunjukkan 18.00, ketika itu saya sudah membeli tiket pulang Jogja kereta jam 18.42. Akhirnya saya keluar kantor dan langsung mencari ojek, tanpa pulang kekosan dulu langsung menuju stasiun. Bapak tukang ojek yang sudah cukup tua tidak mampu menggeber motornya, akhirnya saya memintanya untuk yang di depan. Bisa dibayangkan, pikiran sedang buyar akan kejelasan status yang belum jelas, plus buru-buru ngejar kereta dengan jalanan macet. Alhamdulillah kereta masih bisa terkejar. Ketika duduk dikereta ada notifikasi untuk hari Senin datang ke kantor yang menawari tersebut untuk menjelaskan kronologis dan bertemu presiden direkturnya.

Weekend di Jogja pertama saya ketika sudah bekerja, alhamdulillah bisa mengobati tabungan rinduku pada keluarga, pada masakan ibu, pada nuansa khas jogja, pada udara segar dipagi hari, pada sahabat, dan semuanya yang sudah hampir dua bulan tidak menjumpainya. Weekend pun berlalu dan akhirnya harus kembali ke ibukota menjalani sebab diturunkan rizkiNya.

Senin, pagi saya datang ke kantor baru, mencoba melobi dan berdiskusi, dan alhamdulillah semua berjalan dengan baik, officially saya pindah kantor dan kerja hari ini. Kemudian saya kembali pamitan ke perusahaan lama, meskipun perasaan tidak enak karena saking paniknya meminta menangguhkan surat pengunduran diri sebelumnya, namun alhamdulillah semua berjalan dengan baik. Karena training di kantor baru sudah berjalan selama 2 minggu, maka saya harus berusaha untuk bisa mengejarnya. Beruntung ada teman-teman yang juga ikut training yang bisa dimintai tolong untuk bertanya. Karena jarak kantor baru ke kosan lama cukup jauh, akhirnya saya putuskan untuk pindah kosan.

Pertengahan bulan Juni, umur saya pun genap 23, jatah hidup berkurang, diumur segini saya berharap saya semakin bisa berfikir kedepan, dan bisa belajar dari pengalaman yang sudah-sudah, semoga umur saya semakin barokah, dan bisa mempergunakan sisa umur dengan kebaikan dan ketaatan. Banyak rencana-rencana besar yang saya harus siap menghadapinya. Semoga Allah menguatkan saya, dan melancarkan segala urusan saya, dan diberikan hasil yang terbaik.

Akhirnya saya mengucapkan terimakasih yang sangat banyak kepada kantor lama yang sudah memberikan sambutan hangat, suasana kerja dan kekeluargaanya. Terimakasih kepada teman-teman baru disana, ilmu baru nya meskipun masih terlalu singkat. Terimakasih kepada kosan pertama saya yang telah memberikan keasriannya, sambutan kicauan burung gereja di pagi hari, warteg yang pas dikantong dan pas rasanya. Terimakasih semuanya, semoga itu semua menjadi bagian pengalaman baru dalam hidup saya yang darinya saya banyak belajar.