Tag Archives: IBP

Cerita awal perantauan

Dua minggu lalu saya berpamitan pada ibu dan bapak saya, mohon doa restu menjalani sebab untuk mencari sebuah akibat didatangkan rizky Nya untukku. Saya merantau di tanah orang, yang katanya keras kehidupannya. Penyematan gelar kerasnya ibukota itu memang benar adanya. Sepintas menjejakkan kaki disana langsung kental terasa buasnya di sepanjang jalan.

Adalah sebuah perusahaan EPC (Engineering, Procrument, Construction) yang berkantor di kawasan Industri Pulogadung sebut saja IBP lah yang mau menerimaku. IBP adalah nama Indonesia dari perusaahan yang berasal dari negerinya Napoleon. Pikirku sudah jalani saja dulu, insyaAllah Allah akan menunjukkan jalan yang terbaik jika kita berusaha. Memang ini bukan list pertamaku, yang sebenarnya saya sangat mengharapkan sebuah owner minyak plat merah, namun karena surat cintanya tak kunjung tiba apa  daya saya harus menerimanya.

Langkah awal saya di perusahaan ini sangat terbantu dengan adanya kakak angkatan kuliah saya disini Mas Jalu (elins 04). Jauh sih beda angkatanya bahkan mungkin gag sempat berjumpa dengan sadar dikampus. Namun beliaulah yang membantuku mengantarkan mencari kos, hingga sering nebengi waktu pulang. Pertemuan kita pun pada awalnya bukan diperusahaan ini, namun waktu itu kita lagi sama-sama diundang interview di perusahaan Kuda Laut anak dari perusahaan owner plat merah. Namun lagi-lagi surat cintanya belum juga sampai pada kita.

Saya mendapatkan kos di sebuah kompleks perumahan di daerah Jalan Layur, Jakarta TImur. Alasan utama memilih kos ini adalah dekat dengan masjid, selain itu karena suasana komples perumahan jadi cukup kondusif dan tidak terlalu kumuh. Jaraknya sekitas 3 km dari kantor dan kalo jalan kaki sekitar 30 menitan. Harganya pun cukup wajar, dengan 500rb perbulan sudah ada kipas di kamar dan ada mesin  cuci untuk mencuci, meskipun kamar mandi di luar. Sejauh ini kos ini cukup nyaman saya tempati.

Hari pertama saya berangkat ke kantor dengan jalan kaki. Aku pikir lumayan dekat kalo aku lihat di google map, namun ternyata cukup ngos-ngosan juga jalan cepat sekitar 3 km biar gag terlambat. Namun seterusnya saya naik angkot dulu separo jalan (karena angkotnya gag masuk kawasan) lanjut jalan kaki menuju kantor. Untuk pulangnya juga jalan kaki, namun jika ada tebengan ya saya gag nolak 🙂

Hari pertama diajak oleh HR nya kenalan ke seluruh orang kantor mulai dari front office sampe CEO di perusahaan ini. Kebetulan ada satu teman lagi yang juga baru masuk dia bagian Electrical Eng, sedangkan saya Instrument Eng. Setelah itu oleh Manager Eng nya saya ditempatkan di div COMI *lupa kepanjangannya, ingetnya C.. Oil, Mining, I… Setelah itu dikasih meja, dan kebetulan di dekat mejanya mas Jalu. Untuk saat ini memang belum ada project baru, sehingga saya baru disuruh bantu projectnya mas Jalu yang sedang mengerjakan projectnya PHE ONWJ itupun sudah hampir selasai sudah sampai tahap As-Built.  Sementara saya bantu-bantu review drawing document.

Sudah hampir dua minggu ini saya merasakan suasana kantor yang cukup nyaman. Kalo kata mas Nugroho (electrical eng, project Chevron) “Suasananya disini memang dapet sih”, lain lagi kata mas Riza (instr eng, project PHE) “Untuk FG, masih susah buat belajar karena terlalu santai dan agag semrawut, juga untuk kantong agag kasihan saya”. Project Manager nya pun insyaAllah orang yang ngerti sunah, sehingga tiap sholat kita bisa ke masjid meskipun lokasinya agag jauh. Dari sini saya merasakan orang-orang di sini sangat  welcome pada orang baru, suasananya pun enak, namun bagi FG seperti saya masih agag bingung belajarnya karena tidak ada trainig di awal dan juga untuk kantong masih harus hemat ketat, juga sangat mengharapkan bisa ke site, yang rate per day nya lumayan.

Alhamdulillah sejauh ini saya bisa beradaptasi di lingkungan baru, insyaAllah akan saya jalani dulu dengan ikhlas, semoga Allah memudahkan jalan dan menunjukkan jalan terbaik. 🙂