Harvest on One Day

Ketika musim panen tiba, ini adalah hal hal yang paling ditunggu oleh para petani. Mereka sangat mengharapkan limpahan dari hasil cocok tanam mereka. Mungkin keberadaan mereka dianggap kampungan dan tidak mengikuti perkembangan jaman. Tapi apa jadinya kita semua tanpa jerih payah para petani? Merekalah  yang menanam padi, yang kemudian padi menjadi beras yang biasa kita makan. Itulah yang melatar belakangi dibuatnya video timelipse singkat ini. Berikut adalah suatu potret kegiatan para petani saat melakukan panen padi.

Video ini dibuat menggunakan divice senjata andalan saya, ya karena memang gag punya yang lain (gagpunya DSLR) hehehe. Saya mencoba memanfaatkan apa yang saya punyai. HP HTC Nexus One dengan aplikasi LipseIt. Di aplikasi ini sudah ada intervalometernya yang bisa kita set setiap berapa detik sekali akan menjepret. Kemudian juga ada fasilitas rendernya. Jadi bisa dibilang video ini dibuat dengan device android, Continue reading

Mei

Selamat datang bulan Mei. Apakabar skripsi? Apakabar saya sendiri?

Disaat hari ini para buruh
memperingati harinya. Mereka antusias turun kejalan, menyuarakan keluhkesah mereka.
Aku?
Bagaimana dengan skripsi? Hey sudah hampir sebulan kau takterjamah? Kemana target dan rencana-rencana yang sudah disusun itu sembunyi?

Ngadas | Tanah, Doa dan Keramah-tamahan

Suku Tengger Bromo yang berada di Desa Ngadas, salah satu desa yang paling dekat dengan Gunung Bromo, dengan suhu rata-rata dibawah 20*C ini menyebabkan siang hari pun kadang masih terasa dingin. Sehingga masyarakat sekitar selalu memakai atribut sarung yang dikalungkan di badan dalam setiap aktivitasnya. Hal ini cukup memberikan ciri tersendiri bagi suku tengger ini. Meskipun setelah ditelusuri pemakain sarung oleh masyarakat tengger mempunyai arti dan makna tersendiri bagi mereka.

Ya selama hampir dua bulan lamanya, kami berada di desa yang keberadaanya berada diatas awan ini. Gumpalan putih awan selalu kita lihat berada dibawah kita. Dari ketinggian yang terbilang tinggi untuk dihuni dan diami, dan kondisi cuaca yang ekstrem ini, tubuh kami harus beradaptasi dengan ekstra. Namun itu semua terbayar akan segala yang ada disini, keindahan alamnya, keramah tamahan warganya, dll membuat kami selalu betah berada disini.

Ngadas sebuah desa suku Tengger yang mempunyai tanah yang subur khas pegunungan, dengan toleransi dan keramah-tamahan warganya membuat desa ini mampu bertahan sekaligus welcome bagi para pengunjung. Berikut ini ada liputan mengenai desa Ngadas yang ada dalam Matanesia Magazine. Matanesia merupakan sebuah karya liputan dari kelompok fotografi kolektif asal surabaya mengenai desa Ngadas.

  Continue reading

Desa Ngadas (2100 mdpl) Desa di Atas Awan

Suatu tugas mulia yang wajib diemban oleh mahasiswa ugm, menyebar ke seluruh pelosok penjuru nusantara. Tidak terkecuali saya dan beberapa teman saya yang tergabung dalam satu kelompok unit 11. Setelah beberapa proses pra pelaksanaan mulai menentukan tempat, mencari personil, mencari sokongan dana dan lain lain. Akhirnya kita membulatkan tekat untuk melaksanakan yang namanya Kuliah Kerja Nyata di suatu wilayah desa di Kabupaten Malang Jawa Timur. Unit 11 sendiri terbagi menjadi dua desa yaitu di desa Gubuklakah yang kaya akan buah apel, dan desa Ngadas yang masuk kawasan taman nasional TN-BTS (Bromo Tengger Semeru). Info lebih banyak dapat dikunjungi websitenya desawisata.net

Nah kebetulan saya termasuk yang  mendapat bagian di desa Ngadas yang berada pada ketinggian 2100 mdpl. Menurut beberapa sumber yang didapat, desa ini merupakan tertinggi di jawa timur, atau bahkan di pulau jawa. Nah selama 2 bulan lamanya kita harus membaur dengan dinginnya hawa pegunungan dan hangatnya keramahan masyarakat suku Tengger.  Continue reading

Te-We ala Yudasmoro

Dunia cerita emang tidak ada habisnya. Baik cerita nyata maupun fiktif. Banyak pula cerita yang berawal dari sebuah pengalaman. Pengalaman pengalaman tersebut takjarang lahir dari suatu perjalanan. Namun acap kali kita merasa malas untuk mengabadikan suatu pengalaman tersebut dalam hal paling sederhana yaitu tulisan. Tak jarang niat ingin menceritakan pengalaman dalam blog karena malas, dan bingung kesan perjalanan tersebut hilang. Malahan juga kadang kita udah niat nulis tapi arah tulisan gag jelas dan malah ngelantur kemana mana.

Berikut ada sebuah referensi menarik mengenai Te-We aliar Trevel Writing hasil tulisan dari Mas Yudasmoro (@wordstraveler) seorang yang menggeluti dunia trevel writer profesional  yang dikemas apik dan dipesembahkan oleh Hifatlobrain Travel Institute sebuah travel collective asal Surabaya. Buku digital ini sebenarnya adalah perwujudan tertulis dari hasil workshop yang diadakan oleh hifatlobrain sendiri. Terimakasih kepada Mas Yudasmoro terimakasih juga Continue reading

Harjo | 16.02.2012

Tiba tiba saja di suatu siang hangponge  berbunyi, bener ini dengan mas Teguh? iya mbak | ini saya dari Harjo mau wawancara… | what? tentang apa mbak? saya gag nglakuin kriminal lho… | enggag mas, ini tentang penelitian PKM nya | ooo PKM, tapi saya kan gag masuk Pimnas mbak? | gag papa mas, ini tentang inovasi penelitiannya kog | beklah klo begitu, besok ya mbak jam 10 dikampus Continue reading

#Quote Book “Cinta”

Pelupa, iya itulah saya, selain itu punya hobbi ‘mengkoleksi buku’, meskipun gag terlalu jorjoran dalam membelanjakan uang untuk beli buku, namun sedikit-demi sedikit terkumpul buku buku bacaan berbagai macamlah itu. Tak jarang buku-buku itu hanya menggrok di rak atau meja saja setelah terbeli. Selain karena sifat jelekku yang pelupa, juga agag sedikit pemalas, hobi sih tapi kalo pas moodnya bagus aja bisa betah baca buku. Karena parahnya sifat lupaku, sering kali apa yang sudah terbaca tidak mengendap lama di kepala, kadang malah menguap begitu saja. Continue reading

Cerita Proposal Skripsi

Ada kebijakan baru di elins yaitu bagi yang ngambil skripsi harus menyerahkan proposal penelitian dulu yang kemudian di review oleh dosen dosen penguji, dari kebijakan ini niatnya bagus sih ada ginian, tapi ketika aturan baru ini ‘ teko-teko mak bedunduk’ di terapkan agag kaget juga sih. Kasian juga kemaren ada cerita temen gag jadi ambil skripsi semester ini karena telat sehari ngumpulin proposal, padahal udah KRS an 6 sks lho itu, coba hitung aja 6 sks x 75rb =450rb nah lho sia sia kan… untungnya dari pihak akademik sedikit bisa berbaik bisa membatalkan 6 sks itu meski udah gag masa revisi krs. Rugi yang lain adalah rugi waktu, dan harus ngambil di semester depan :( Continue reading

Test post via WordPress Client

cek cek cek sound *manasuaranya? -_-’

jadi ini adalah posting pertama menggunakan wp client, yg sebelumnya disarankan oleh ndan deptz karena ada pertanyaan gimana caranya biar bisa posting di blog dengan cepet dan mobile,

bagi yg memakai device Android wp client ini bisa didapatkan di android market kalo sekarang namanya jadi Google Plays *sejakbeberapa hari yg lalu sih , nah cari ada disana dengan kata kunci WordPress Client nah muncul deh tu app nya, tinggal download dan install.

Wait tunggu dulu, setelah diinstal dan coba diopen kog belum bisa dipake, jadi gini kita harus enable dulu setingan Remote Publishing kita di blogkita/wp-admin/options-writing … nah itudi enable aja yg remote publishing XML-RPC nya , selanjutnya coba buka wp client tadi dan taraaaa bisa digunakan …

Sekian dulu deh test posting via wp client nya, semoga bermanfaat, menurut saya ini cukup membantu dengan kecenderungan ide dan mood buat nulis yang gag tentu bisa sangat membantu, selamat mencoba, keep posting :)